Khamis, 8 Disember 2016

Rome pasti akan ditawan selepas Constantinople




Colloseum di Rome Italy, Islam pasti kembali bersinar disini! 
Gema  pembebasan Constantinopel telah bergema di kalangan kaum muslimin semenjak Rasulullah S.A.W menyampaikan sabdanya,dari Abu Qubail, ia berkata: “Kami pernah berada di sisi Abdullah bin Amr bin al-Ash, ia ditanya: “Yang manakah di antara dua kota yang akan ditakluki terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?”, kemudian Abdullah meminta peti kitabnya yang masih tertutup. Abu Qubail berkata: “Kemudian ia mengeluarkan sebuah kitab dari padanya. 

Lalu Abdullah berkata: ‘Ketika kami sedang menulis di sekeliling Rasulullah S.A.W tiba - tiba beliau ditanya: ‘Yang manakah diantara dua kota yang akan ditakluki terlebih dahulu, Konstantinopel atau Rome?” Kemudian Rasulullah menjawab: “Kota Heraklius akan ditakluki terlebih dahulu, yakni Konstantinopel.”

Menurut Husain hadis ini dikeluarkan oleh Ahmad dan terdapat di dalam Al-Mustadrak di beberapa tempat. Disahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Az-zahabi, juga disepakati oleh Al-Bani di dalam Silsilah Al-hadis Sahihah 1/8.
Pembebasan Constantinopel seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah S.A.W telah pun berlaku selepas tempoh masa yang amat panjang, iaitu selepas 8 abad Rasulullah menyampaikan sabdanya. 
Berikut adalah kronologi pembebasan Constantinopel. Mudah - mudahan semakin mengukuhkan keimanan kepada Rasulullah S.A.W; mewujudkankan sifat yakin diri  dan memandang masa depan Islam dengan optimis
627 M:

Rasulullah S.A.W melayangkan surat dakwah pada {embesar Rom, Herkules

629 M:

Berlaku perang Mu’tah yang di mana berlakunya pembunuhan pendakwah Islam oleh orang - orang Ghasasanah (Rom). Dalam perang ini Kerajaan Rom mengirim bantuan seramai 100,000 orang dan dibantu oleh sekutunya orang-orang Qadha’ah  sebanyak 100,000 orang, sehingga jumlah pasukan berjumlah 200,000 orang, sedangkan jumlah pasukan kaum muslimin adalah seramai 3,000 orang. Pertempuran dalam perang ini berlangsung seimbang selama 7 hari. Pasukan muslim yang dipimpin Khalid bin Walid kemudian mundur teratur, langkah ini dipuji Rasulullah S.A.W.

630 M:

Terjadi perang Tabuk, karena terdengar berita bahawa Kerajaan Rom telah memobilisasi pasukannya untuk menyerang Madinah. Jumlah pasukan kaum muslimin saat itu antara 30,000 sampai 50,000 orang, mereka keluar dari Madinah menuju Tabuk yang berjarak 600 km dari Madinah. Namun ketika pasukan sampai di Tabuk, pasukan Romawi telah mundur.

648 M:

Pada masa kekhalifahan Usman bin Affan, atas cadangan Mu’awwiyah kaum muslimin membangun armada angkatan laut sebanyak 1,600 kapal. Armada ini bertujuan menjaga keamanan wilayah Afrika Utara yang telah dikuasai oleh kaum muslimin, dan juga diperlukan juga untuk pembebasan Rom. Kerana tidak seperti Parsi yang terkonsentrasi dalam suatu wilayah daratan, Romawi wilayahnya terletak di tiga benua yang dibatasi oleh Laut Tengah dan ibukotanya, Konstantinopel, terletak di selat yang mengantarai Laut Tengah dengan Laut Mati. Dari manapun arahnya, penyerangan ke arah Konstantinopel lewat Asia atau Afrika harus melewati laut. Oleh karena itu selain diperlukan angkatan darat yang kuat, angkatan laut akan sangat menentukan.

650 M: 

Armada Islam yang dipimpin Abdullah bin Abu Sarah bertemu Armada Rom di Mount Phoenix yang dipimpin Kaisar Konstantin II. Armada Rom hancur lebur, konon 20,000 orang pasukannya dikalahkan. Pertempuran ini sangat menentukan. Selangkah lagi kaum muslimin akan menghampiri ibukota Rom. Namun sayang, kemelut yang terjadi di Madinah akibat timbulnya fitnah terhadap Khalifah Utsman bin Affan membuat Mu’awiyah lebih tertarik mengurus persoalan dalam negeri.

668 M:

Pada masa kekhalifahan Mu’awiyah, kaum muslimin menyerang Rom dengan menggunakan dua jalur, laut dan darat. Dari laut armada Islam dikerahkan ke Hellespont menuju Laut Marmara sampai ke Selat Bosporus. Dari darat, mereka menerobos Asia kecil menuju kota Chalcedon yang berada di selat Bosporus. Pasukan darat kemudian dijemput armada laut dan diseberangkan ke pantai kota benteng Konstantinopel. Namun sayang, kekuatan benteng Konstantinopel diluar perhitungan Muawiyah. Benteng itu sukar ditembus. Kesulitan lebih besar lagi ketika pasukan Romawi menggunakan senjata terbarunya yang disebut Greek Fire atau Wet Fire. Senjata ini berupa bola-bola berisi cairan naftha yang dilontarkan dan pecah sehingga bertebaran di permukaan laut. Kemudian dari atas benteng pasukan Romawimenembakkan panah api ke laut, sehingga laut pun terbakar. Pasukan muslim hancur dalam penyerbuan ini. Salah seorang sahabat yang rumahnya pertama kali dikunjungi Rasulullah ketika hijrah, Abu Ayyub Al-Anshary, syahid dan dikubur di balik dinding Konstantinopel yang kokoh itu. Berikutnya kaum muslimin menghindari pengepungan langsung terhadap ibu kota Romawi, pertempuran-pertempuran darat selanjutnya selama berabad-abad diarahkan untuk menyempitkan wilayah Romawi.

717 M: 

Maslamah bin Abdul Malik meninggal pada saat melakukan pengepungan Constantinpel. Peristiwa ini terjadi pada masa kekhalifahan Sulaiman bin Abdul Malik (Bani Umayyah).

717 – 719 M:

Ini adalah masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, pada masanya pengepungan Constantinopel terhenti, pasukan Islam ditarik mundur.

1389 M:

Sultan Murad I bin Urkhan menyerang semenanjung Balkan. Menakluki Adrianapole dan menjadikannya sebagai ibukota . Dia memperluas wilayah dan menguasai Shopia ibukota Bulgaria dan Salanika ibukota Yunani. Juga mengalahkan Serbia.

1396 M:

Atas dorongan Paus, orang - orang Eropah bergerak ke Constantinopel untuk menyerang Beyazid I bin Murad yang sedang melakukan pengepungan Constantinopel. Namun pasukan besar tersebut dapat dikalahkan oleh Beyazid. Tapi Timurlank dengan pasukan Tartarnya menyerbu tempat ini. Mereka memasuki Ankara dan menghancurkan sejumlah besar pasukan Usmaniyah. Lalu menahan Sultan Beyazid yang kemudian meninggal dalam tahanannya. Timurlank mengembalikan pemerintahan - pemerintahan Anatolia kepada pemiliknya. Pemerintahan - pemerintahan Eropah ini lalu memisahkan diri seperti Bulgaria, Serbia, dan Valacie.

1420 – 1451 M:

Ini adalah zaman pemerintahan Murad II bin Muhammad, ia mengepung Constantinopel dan mengembalikan seluruh pemerintahan yang memisahkan diri ke dalam perlindungan pemerintahannya. Juga berusaha mengembalikan pemerintahan - pemerintahan Eropah (Bulgaria, Serbia, dan Valachie) serta menguasai Albania.

1452 M:

Sultan Muhammad II memerintahkan pasukannya mendirikan benteng di pantai selat Bosphorus. Benteng itu dikerjakan selama 3 bulan, lalu mereka bertahan mengepung Constantinopel.



Benteng yang dibina oleh Sultan Muhammad Al Fatih di Selat Bosphorus. Video disini

1453 M:

Pada suatu malam armada Turki Usmani menyusur selat Bosphorus menuju Constantinopel. Sebanyak 70 buah kapal terpaksa diseret ke darat sejauh 5 km untuk kemudian dilayarkan lagi di laut. Rom memang memasang rantai - rantai besar yang menghalangi perjalanan laut. Pada malam itu meriam  - meriam Turki menyalak dengan dahsyatnya. Seiring kegoncangan dalam benteng, masuklah tentera Islam menyerbu. Pertempuran pecah di laut dan juga di benteng. Pagi subuh, 29 Mei 1453 M jatuhlah Constantinopel ke tangan kaum muslimin. Pekik takbir menggema dimana -mana. 

Tertunai sudah janji Rasulullah S.A.W, melalui perjalanan panjang perjuangan kaum muslimin.

Ketika  ini kita sedang menanti dan terus bergerak untuk merealisasikan janji Rasulullah berikutnya: Menaklukkan Rom Italy. 

Insya Allah.






K R I S T A L  T A S N I M   E N T E R P R I S E

Menyokong penuh usaha

Pusat Tahfiz Ad Diniyyah Bandar Baru Selayang Fasa 2A
Pondok Tahfiz Moden Idrisiah Bagan Datoh Perak
Sekolah Islam Al Farabi Muslim Care Kampung Jor Kaeng Kemboja
Upah Haji RM1,500.00 Insyallah sempurna 013 - 755 7011 / 013 279 1608

0 ulasan: